Teks Warna

Minggu, 09 November 2014

Terapi Artikulasi (Pak Heri)

Salah satu komponen dalam terapi bicara bagi anak-anak dengan celah bibir dan langit-langit adalah terapi/latihan artikulasi (cara melafalkan huruf-huruf). Berikut adalah cara melafalkan huruf-huruf yang biasanya sulit diucapkan oleh anak dengan celah bibir dan langit-langit, sehingga perlu dilatih. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam melatih anak adalah dengan menggunakan cermin, di mana orangtua dan anak sama2 melihat ke cermin, orangtua memberi contoh mengucapkan huruf/kata tertentu dan anak melihat di cermin, kemudian anak menirukan sambil juga melihat ke cermin, sehingga anak memperoleh umpan balik secara visual, dapat membandingkan apakah caranya mengucapkan huruf-huruf atau kata-kata sudah sama dengan dengan yang dicontohkan oleh orang-tua.
Menurut Ann W. Kummer (seorang speech therapist yang fokus terhadap masalah bicara pada anak-anak dengan cbl), dalam melatih artikulasi, mulai dengan huruf yang menjadi target. Setelah anak dapat mengucapkan dengan 90% benar , dapat meningkat ke suku kata. Setelah anak mampu mengucapkan dengan sekitar 90% benar, dapat meningkat lagi ke dalam bentuk kata (yang mengandung huruf yang menjadi target). Orangtua perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak merasa nyaman dan tidak merasa tertekan. Kemudian, Earthspeak (salah satu yayasan yang fokus terhadap aspek bicara anak-anak dengan cbl) menerapkan sistem di mana latihan dilakukan cukup selama 10 menit untuk 1kali sesi, dan 2 atau 3 kali sesi dalam 1 hari. Standar Earthspeak adalah dalam waktu 3 bulan sudah akan nampak peningkatan signifikan dalam kualitas bicara anak.

BAGIAN I
CARA MEMBENTUK BUNYI- BUNYI KONSONAN

A. Konsonan Letupan:
1. Konsonan P
a. Dasar Ucapan : Bibir atas dan bibir bawah.
b. Cara membentuk:
1) Bibir atas dan bawah saling menekan, sehingga jalan nafas ditutup.
2) Perhentian aliran napas ditiadakan lagi oleh tekanan embus napas.
3) Tidak bersuara.


DAYA UPAYA MEMPERBAIKI:
a. Ciptakan suasana nyaman, tenang, ramah, dan menyenangkan agar anak merasa tenang dan gembira, sehingga suaranya dapat keluar dengan bebas.
b. Udara embus napas dirasakan pada jari tangan. Uap udara embus napas diperlihatkan pada cermin. Udara itu diarahkan ketengah bibir.
c. Seperti b, ditambahdengan contoh di muka cermin.

2. Konsonan T
a. Dasar ucapan: Pinggir lidah dan lengkung kaki gigi atas.
b. Cara membentuk:
1) Pinggir lidah ditekan pada lengkung kaki gigi atas. Oleh karena itu rongga mulut ditutup.
2) Perhentian aliran napas ditiadakan oleh tekanan embus napas.
3) Tidak bersuara.


3. Konsonan C
a. Dasar ucapan: Daun lidah bagian terdepan dan langit-langit keras.
b. Cara membentuk:
1) Daun lidah ditekankan pada pada langit-langit keras, tetapi letupan tidak sempurna. Tekanan ini ditiadakan dan sikap yang diambil ialah bersifat geseran.
2) Ujung lidah ditekankan pada kaki gigi bawah.
3) Langit-langit lembut diangkat.
4) Tidak bersuara.

DAYA UPAYA MEMPERBAIKI:
a. Contoh dimuka cermin. Udara embus napas dirasakan pada ujung jari.
b. Ucapan bunyi c tanpa dan dengan suara dirasakan pada leher orangtua lalu pada leher anak.

4. Konsonan K

a. Dasar ucapan: Daun lidah bagian belakang dengan langit-langit keras.
b. Cara membentuk: Daun lidah bagian belakang menyentuh langit-langit keras. Perhentian aliran napas itu ditiadakan oleh tekanan embus napas.
1) Ujung lidah diletakkan pada kaki gigi bawah.
2) Pinggir lidah terletak sebelah menyebelah geraham belakang dan langit-langit.
3) Tidak bersuara.

DAYA UPAYA MEMPERBAIKI:
a. Melatih dengan vokal depan, seperti ki. Anak diajak mengucapkan ta, lalu ujung lidah didorong ke belakang. Maka dengan sendirinya letak ka lebih ke depan.
b. Melatih dengan vokal di belakang ka, lidah didorong ke belakang sedikit.
c. Pada leher dirasakan, bahwa tidak ada getaran suara waktu mengucapkan k.

Pembentukan b hampir sama dengan p, j hampir sama dengan c, g hampir sama dengan k. Bedanya b, j, dan g bersuara karena itu lebih lemah dari pada konsonan p, t, c, dan k. Ini juga berlaku untuk bunyi d. Kecuali itu, masih ada kelainan lagi. Dasar ucapan d, berbeda dengan t. Dasar ucapan d: pinggir lidah dan langit-langit bagian muka. Sedangkan dasar ucapan t: pinggir lidah dan lengkung gigi atas.

(Diadaptasi dari: bpdiksusjateng.files.wordpress.com/2010/08/bintek-artikulasi.docx, disesuaikan dengan kasus dan kebutuhan anak-anak dengan celah bibir dan langit2. )

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.